Minggu, 29 September 2013
Rabu, 25 September 2013
Oh ya, omong-omong, buku yang membuatku babak belur
itu--lagi-lagi--bergenre chicklit. Judulnya 'God-shaped Hole' oleh
Tiffanie DeBartolo. Temukan Jacob disana, temukan hati yang meluap
campur aduk di ujung cerita.
Jika kau sebuah buku, pernahkah kau membayangkan seperti apa rupamu?
Nah, bayangkanlah.
Nah, bayangkanlah.
Kalau aku adalah sebuah buku, jenis buku macam apa yang akan mengisi
lembar demi lembarnya. Akan setebal apa buku kehidupan itu jadinya. Apa
warna sampul dan kertasnya, gambar apa yang muncul menjadi simbol
hidupku di bagian mukanya. Dan yang paling penting, apa judul yang tepat
untuknya. Untuk buku hidupku. Kalau boleh menerka, buku itu akan
bersampul warna merah bata. Merah yang nyalanya cenderung gelap, persis
seperti darah tua yang siap diregenerasi darah baru dari sumsum di
belakang. Warna yang kukagumi karena seperti bernyawa. Mungkin karena
dari awal kuanggap itu darah, warna merah jadi seperti mengalir. Dan aku
akan dengan bangga menjadikannya sampul depan dan belakang dari buku
hidupku, andai aku punya andil untuk mengubahnya. Soal judul, jujur, aku
sendiri takut membayangkannya. Judul itu citra utama, satu dua patah
kata di bagian muka yang memjelaskan isi keseluruhan buku akan seperti
apa. Apapun itu, kuharap judul buku hidupku adalah barisan kata
sederhana. Yang saat orang membacanya, senyum akan mengembang di
bibirnya. Kemudian aku akan dipeluk dan dibawa untuk dibaca saat butuh
bahagia. Dan bukan dengan menyerngit dahi lalu lari.
Ah, kata itu
lima huruf berpadu jadi tombak mata satu
sekelebat mata kau tangkap dan langsung membuat ngilu
bukan cuma cicak yang diam-diam merayap malu-malu
bukan cuma bunglon yang dalam senyap menyergap kupu-kupu
gerombolan rindu itu sanggup mendesak nyaliku
hingga yang tersisa hanya aku
Ah, rindu. Kata apa itu. Bukankah rindu adalah gejolak yang membuncah
saat kau menginginkan kembali iring-iringan yang sudah lalu? Persis
seperti penjara, tapi membuat si tersangka candu. Terus ingin
terjerumus, terus dan terus, hingga tak peduli pada hati yang kian
sendu, sampai hanya bisa tersenyum kelu.
Ah, rindu. Benarkah penawarmu hanya dengan bertemu?
Tidakkah ada cara lain untuk meredammu, misalnya,
dengan menukar aku ke dalam senyap?
dengan menukar aku ke dalam senyap?
Aku hanya ingin lenyap.
Apa rasanya menahan buncahan rasa yang kau sendiri tak mengerti dan
sungguhan paham. Seperti mencegah ribuan kupu-kupu keluar dari jejaring
halus, yang bila tak didekap baik-baik, ada saja kupu-kupu yang berhasil
keluar. Diam-diam.
Bukankah, selayaknya ribuan kupu-kupu yang ingin menghirup bebas dan
mengepak sayap, akumulasi buncahan rasa itu juga ingin mendapat
kebebasannya. Merdekanya. Tak perlu seluruh dunia tahu, buncahan itu
hanya ingin seleganya terbang. Semerdekanya perasaan.
Tak perlu naif, bebas pun akan ingin berhenti suatu saat. Di
pemberhentian yang tepat. Segirangnya kupu-kupu terbang, masa hidupnya
singkat, tetap ingin punya tempat mendarat. Terlebih buncahan rasa itu,
yang dibiarkan bebas terlalu bebas, tiba saatnya letih dan ingin
istirahat. Di tangan yang tepat, didekap yang erat.
Buncahan rasa itu tak akan terkekang. Dipegang erat tidak berarti
diikat. Hanya memberi tempat bersandar, tanpa perlu melanglang terlalu
lebar. Toh, di ruang dekap itu ada dunia kecil yang bisa dijelajah.
Tempat dimana buncahan tak perlu lagi berteriak dalam pikirannya
sendiri, tak perlu lagi sibuk menunjukkan eksistensi.
Dalam dekap yang diharap selamanya itu, sang buncahan rasa terlelap.
Menikmati bahagianya sendiri. Diam-diam.
Dan, damai. Pada akhir pertemuannya, kurasakan kata itu lebih melunak.
Pikiranku serta merta seperti ditanak, lembek. Gagasan itu nyatanya tak
buruk, alih-alih membuatku malu. Karena saat itu, aku menerima damaimu
sambil tersenyum senang. Aku menang.
Kini, kubiarkan kita bersama jalan bersisian. Meski tak selalu kutoleh,
kamu toh akan terus melekat, lebih erat dari bayangan. Tak apa.
Kita berteman ya, Takdir.
Kalau diingat-ingat, sempat kupikir ini seperti tak berkesudahan. Aku
yang terlalu lelah sekaligus terlalu keras kepala, kamu yang melelahkan
sekaligus tak terkalahkan. Merobohkanmu itu seperti mendorong air laut
agar menepi ke sungai, merubah alirannya hingga muara segala air bukan
lagi samudra. Upayaku seperti ditempeleng dengan Jurus Tapak Buddha,
sekeras-kerasnya tenaga dalam kutembakkan, sekeras itu juga ia
terlempar. Menabrakku kembali, sama kerasnya, hingga aku lagi-lagi
tersungkur dan kamu lagi-lagi hanya tersenyum.
Beri aku seikat bunga cantik itu. Sesekali saja. Kalau tidak, kupaksa
kamu melihat taman bunga di halaman belakang rumah kita nanti. Ah,
"rumah kita nanti". Frase yang jejaknya sejelas tapak-tapak kaki di
bibir pantai. Yang juga mudah menghilang termakan ombak.
Jadi, jangan berhenti, Sayang. Kita harus terus melangkah. Menghentikan
ombak menghapus langkah, jelas mustahil. Untuk itulah kita harus terus
menciptakan langkah baru. Kalau kamu lelah, aku akan melangkah untukmu,
pun sebaliknya. Kalau kita berdua sama-sama lelah, kuminta Tuhan
mengganti kaki-kaki ini dengan yang lebih baik agar lebih bisa
mengimbangi langkahmu, pun sebaliknya.
Tapi sebelum melangkah, jangan lupa seikat bunga mawar itu.
Bisakah kamu mencium wanginya? Tidakkah bunga itu segar, Sayang? Tapi,
tak terjangkau. Aku hanya bisa menatap sembari membayangkan aromanya.
Kenapa kamu, sekali saja, tidak terpikir memberikannya padaku? Tidakkah
kamu pernah memikirkan untuk menghadiahkannya padaku? Oh, alasan itu.
Aku tidak suka pria romantis. Hei, aku wanita, Sayang. Aku dilahirkan
dan ditakdirkan untuk menyukai hal-hal sederhana yang manis, termasuk
rangkaian bunga. Aku bisa kok, membelinya sendiri. Tapi menerimanya dari
tanganmu, merasakan bekas genggaman hangat di pegangannya, lalu
menyesap baunya di hadapanmu. Tidakkah kamu pernah membayangkan seperti
apa rona bahagiaku? Tidakkah kamu bahagia melihatku dibahagiakan olehmu?
Saat ini kita sedang menguatkan langkah. Ancang-ancangmu belum goyah,
tapi jelas mulai payah. Aku pun begitu. Sulit berdiri membangun fondasi,
sulit melangkah tanpa pernah benar-benar tidak menoleh. Hanya masalah
kecil, Sayang. Kuyakinkan kau itu hanya masalah kecil. Kelak akan ada
yang lebih besar, menghantam dan membuat tulang-tulangmu patah, sendiku
luluh lantak. Tapi, sudah kuterbangkan janji setinggi surga pada Tuhan,
untuk menurunkan yang lebih baik seandainya kakiku tak lagi mampu
mengikuti langkahmu. Dan aku mungkin masih akan memandangimu.
Saat ini kita sedang menguatkan langkah. Ancang-ancangmu belum goyah,
tapi jelas mulai payah. Aku pun begitu. Sulit berdiri membangun fondasi,
sulit melangkah tanpa pernah benar-benar tidak menoleh. Hanya masalah
kecil, Sayang. Kuyakinkan kau itu hanya masalah kecil. Kelak akan ada
yang lebih besar, menghantam dan membuat tulang-tulangmu patah, sendiku
luluh lantak. Tapi, sudah kuterbangkan janji setinggi surga pada Tuhan,
untuk menurunkan yang lebih baik seandainya kakiku tak lagi mampu
mengikuti langkahmu. Dan aku mungkin masih akan memandangimu.
Sekarang, kita sedang melangkah. Terlihatkah jalan lurus di depan itu,
Sayang? Tidakkah sisi-sisi perjalanan kita begitu indah? Tidakkah tanah
kita berpijak penuh bunyi gemerisik yang asyik? Bayangkan. Kamu dan aku,
hanya berdua, tanpa iring-iring masalah dunia. Bergandengan di bawah
payung mapel merah keemasan yang megah, dijatuhi sinar matahari yang
ruah. Hanya tawamu dan suara sepatu yang menginjak daun mapel kering
satu-satu. Aku tidak akan tertawa, Sayang. Aku hanya akan memandang,
mengingat tiap detil, kemudian membekukannya dalam ingatan.
Sayang, masa depan bukan milikku. Bukan milikmu. Takdir itu segaris
dengan aku dan kamu, tegak lurus dengan Tuhan. Aku dan kamu, dalam
perjalanan yang bahkan belum terjadi ini, marilah saling merapatkan
janji. Menegakkan diri. Memantapkan langkah sendiri-sendiri. Untuk
kemudian menjajal semua yang telah ditapaki, dalam waktu bernama nanti.
Jadi, bunga mawar itu disimpan untuk dijadikan cincin? Manis sekali, Sayang.
Jadi, bunga mawar itu disimpan untuk dijadikan cincin? Manis sekali, Sayang.
Tidakkah kamu ingin masa depanmu berisi aku? Tidakkah kamu ingin kelak
yang menyambutmu adalah anak-anak yang memanggilku "Ibu"? Tidakkah kamu
ingin kelak rumah minimalis berwarna abu-abu itu temboknya menggores
cerita aku dan kamu? Tidakkah kamu ingin halaman rumah itu tidak melulu
berisi batu-batu, tapi juga tertanam barisan bunga merah jambu? Tidakkah
kamu ingin menjadi juri nomor satu setiap kali kusajikan masakanku?
Semoga kita masih melangkah. Aku sedang bicara atas nama masa depan,
atas nama manusia yang berdiri dengan kekuatan penuh sekaligus menyimpan
rapuh. Aku sedang memerhatikanmu, perjalanan kita, langkah-langkah yang
sedang dan sudah kita buat. Sudah banyak yang terhapus ombak, Sayang.
Langkah kita terus memperbanyak dirinya, membuka jalan untuk lorong
panjang di depan. Aku bertanya-tanya, apa kamu masih melangkah
bersamaku, pun sebaliknya.
Dan segera saja aku mencari-cari kardigan tebal lalu menyemprot sedikit
parfum. Adrian itu pria sibuk yang selalu diserempet jadwal, mudah
baginya sampai di satu tempat hanya dalam beberapa menit. Saat kami
akhirnya bertemu, aku gagal menahan diri untuk tidak menyambutnya dengan
senyum tiga jari. Aku bahkan memeluknya erat sekali.
"Kalau kangen mestinya bilang," sindir Adrian.
“Apa
masalahnya? Aku ingin punya anak.”
Senja menantangku lagi. Kali ini tubuhnya kecilnya bangkit kemudian berkacak pinggang di depanku. Aku menggeleng muak.
“Kalau kau memang ingin punya anak, kenapa kau tidak katakan pada Minggu? Kau sakit hati karena pria yang berselingkuh di belakangmu itu malah menceraikanmu padahal kau sudah rela dijadikan istri kedua. Aku tahu aku hanya pelarian, aku tahu pernikahan penuh masalah ini juga balas dendam. Tapi, kupikir kita sama-sama tahu ini akan berjalan baik-baik saja kalau kita tidak membahas masa lalu.”
“Kau yang membahas masa lalu!”
“Kau yang memaksaku."
Senja menantangku lagi. Kali ini tubuhnya kecilnya bangkit kemudian berkacak pinggang di depanku. Aku menggeleng muak.
“Kalau kau memang ingin punya anak, kenapa kau tidak katakan pada Minggu? Kau sakit hati karena pria yang berselingkuh di belakangmu itu malah menceraikanmu padahal kau sudah rela dijadikan istri kedua. Aku tahu aku hanya pelarian, aku tahu pernikahan penuh masalah ini juga balas dendam. Tapi, kupikir kita sama-sama tahu ini akan berjalan baik-baik saja kalau kita tidak membahas masa lalu.”
“Kau yang membahas masa lalu!”
“Kau yang memaksaku."
Pikiran bisa sempit dan luas, bisa mendadak jadi lapangan selebar dunia
atau kotak perhiasan kecil tanpa sela. Kalau kau mau, pikiran bisa jadi
yang mana saja. Aku lebih senang memikirkan pikiran berbetuk persis
wujudku sendiri. Yang saat sedang kacau, kubayangkan aku sedang
meringkuk sambil memegangi kepala. Yang saat sedang bahagia, kubayangkan
aku sedang tertawa sembari merentang tangan selebar-lebarnya. Kalau
semua sudah kuhubungkan dengan diri sendiri, tentu tak akan kubiarkan
pikiranku menanggung hal-hal tidak penting. Kan?
Bosan dengan "Bahagia itu sederhana", kupikir kini "Bahagia itu diri merdeka".
Bahagiakah kau dengan segala pikiran yang memberatkan itu?
Pikiran bisa sempit dan luas, bisa mendadak jadi lapangan selebar dunia
atau kotak perhiasan kecil tanpa sela. Kalau kau mau, pikiran bisa jadi
yang mana saja. Aku lebih senang memikirkan pikiran berbetuk persis
wujudku sendiri. Yang saat sedang kacau, kubayangkan aku sedang
meringkuk sambil memegangi kepala. Yang saat sedang bahagia, kubayangkan
aku sedang tertawa sembari merentang tangan selebar-lebarnya. Kalau
semua sudah kuhubungkan dengan diri sendiri, tentu tak akan kubiarkan
pikiranku menanggung hal-hal tidak penting. Kan?
Bosan dengan "Bahagia itu sederhana", kupikir kini "Bahagia itu diri merdeka".
Bahagiakah kau dengan segala pikiran yang memberatkan itu?
Rasanya tidak perlu banyak berkata-kata. Cintaku terlalu panjang untuk
dibeberkan begitu saja. Kalau kamu bersedia, jadikan aku Tukang Pos-mu
dan akan kutunjukkan isi dunia.
"Kamu itu simpul mati dalam ikatan. Titik akhir sebuah harapan."
Ayo memejam, aku menerbangkan doa untukmu dari kamar kost yang temaram.
Aku yakin. Kamu ada di ujung jalan sana, berdiri dengan senyum selebar telinga.
Tolong hapus semua awan hitam di kepalaku, Sayang. Tolong bebaskan aku
dari semua kekeraskepalaan yang menjerat terlalu erat. Tolong ingatkan
aku bahwa hidup adalah seindah-indahnya waktu bersama seseorang yang
kusayang. Tolong cepatlah datang, lalu jangan pernah pergi lagi.
Tunjukkan lagi padaku, cara kembali pada cinta.
Kenapa harus kamu. Seperti lirik
yang menemukan nada tepat, seperti itulah aku menemukanmu sekejap kilat.
Buncahan yang tiba-tiba menyembur ke seluruh wajah lalu debar
mengganggu yang candu. Aku tahu kamu nada dan melodi yang tepat, aku
tahu kamu akhir dari semua doa yang tertambat.
Jadi, masihkah kamu bertanya kenapa harus kamu?
Nih, salah satu kutipan dari Nathan Callaghan, tokoh novel baruku.
"Cinta itu tidak menuntut? Bagaimana bisa cinta tidak menuntut? Tentu
saja cinta menuntut. Memangnya siapa yang tidak mau dipeluk di pagi
hari, menikmati senyum seseorang yang paling dicintai?"
Dah. Sampai ketemu lagi! Aku kangen menulis bebas disini.
Ada apa?
Begitulah adanya. Kau menyimpulkan aku mati rasa, kupikir aku hanya
sedang tak ingin merasa. Kalau dulu hujan begitu terasa seperti "kita",
kini hujan hanya tetesan air dari semesta. Yang kuharap, saat basahnya
meresapi kulitmu, kau tahu disitu aku selalu ada. Serpihan aku yang
selalu terbawa, tapi kini tanpa air mata.
Kutapaki jalan yang dingin, kakiku ngilu tapi tak terluka. Rasanya sakit
hingga ke tulang, rasanya perih tak tertahan. Terlebih saat sekali
lagi, aku sadar sakitnya bahkan tak membuatku berairmata. Rasanya remuk
tapi aku tak berdaya, bahkan untuk sekadar bilang kalau aku ingin
menangis saja, aku terbata-bata.
Aku lelah. Aku kalah.
Air mata tidak bisa mengering, Sayang. Mungkin kini giliranmu berairmata.
Agar aku tahu
Katakan, jelaskan, tunjukkan, perlihatkan, dan buktikan itu padaku
Hanya agar aku tahu
Bersusahlah dalam payah agar kita tak dirongrong waktu
Dan supaya aku tahu
Relalah mengorbankan bahagiamu sejenak dan lihat aku
Pada akhirnya aku tahu
Bukan dunia melainkan kau yang tak sudi menunggu
Kau tahu, aku selalu tahu
Aku selalu tahu dan akan terus tahu
Karena aku rapat di bayanganmu
Katakan, jelaskan, tunjukkan, perlihatkan, dan buktikan itu padaku
Hanya agar aku tahu
Bersusahlah dalam payah agar kita tak dirongrong waktu
Dan supaya aku tahu
Relalah mengorbankan bahagiamu sejenak dan lihat aku
Pada akhirnya aku tahu
Bukan dunia melainkan kau yang tak sudi menunggu
Kau tahu, aku selalu tahu
Aku selalu tahu dan akan terus tahu
Karena aku rapat di bayanganmu
Entah kenapa tiba-tiba pingin membahas
galau. Sebenarnya semua orang pasti pernah galau, hanya saja
pelampiasannya berbeda. Yang aku nggak habis pikir, kenapa ada
orang-orang galau-nya muncrat-muncrat sampai rasanya seisi dunia harus
tahu. Yah, itu hak masing-masing. Mau galau sambil kayang atau apapun.
Tapi, bukankah akan lebih baik kalau nggak semua orang bisa tahu apa
yang kita rasakan. Rasanya nggak enak lho di-judge jelek cuma karena ekspresi cinta-galau yang berlebihan.
Lagi-lagi, semua pilihan, kan.
mommy kece
Kuliah, kerja, menikah. Fase setelah itu mengandung, melahirkan,
membesarkan, dan merawat. Setelahnya kita-wanita-menua dan menikmati
usia. Banyak dari teman-temanku yang ingin menikah muda karena ingin
cepat menimang bayi. Ada juga yang karena nggak ingin kelihatan tua
padahal anaknya masih muda. Bahkan ada beberapa temanku yang menargetkan
menikah dua-tiga tahun lagi. Dan aku ngeri membayangkannya.
Aku bukan termasuk pengikut menikah muda. Aku termasuk tipe yang nggak
ambil pusing masalah usia. Yah, bukan berarti aku ingin menikah di usia
30an. Aku hanya nggak terpikir untuk melepas masa merdeka sebagai lajang
di usia yang seharusnya masih bisa dihabiskan untuk senang-senang
sendiri. Aku masih ingin menyelesaikan banyak desain rumah, masih ingin
jalan-jalan berburu buku di Gramedia sendirian, masih ingin ke Jepang
sendirian. Banyak hal-hal yang masih ingin kulakukan sebagai seorang
single woman.
Temanku pernah bilang, "Nanti anakmu masih kecil, kamu udah tua banget!"
Dan aku selalu membalas, "Nggak masalah tuaan dikit. Yang penting tetap jadi Mommy kece yang jiwanya muda."
Sejak itu, aku jadi 'Mommy Kece'.
Aku memang ingin sekali di panggil Mommy. Nggak tahu deh kalau nanti
ternyata suamiku ingin dipanggil Ayah atau Papa. Jadilah anak-anakku
bakal manggil, "Mom, mana Ayah?"
Aku ingin jadi seorang Ibu. Aku pasti ingin. Semua wanita ingin.
Membicarakannya dari sekarang, memikirkan seperti apa anak kami nanti,
mengkhayalkan perjodohan, sampai sekolah bersama. Rasanya semua wajah
jadi cantik saat berkumpul dan membicarakannya. Aku termasuk yang sering
bercanda kalau membicarakan soal suami dan anak. Karena pada dasarnya
aku memang belum membayangkan terlalu detail mengenai mereka. Tapi, aku
bahagia sekali membicarakan ini bersama teman-temanku yang semua hatinya
keibuan itu. Apalagi saat mereka memanggilku 'Mommy Kece'.
Tulisan ini mungkin bakal kutertawakan, kalau suatu saat aku benar-benar dipanggil Mommy.
Berbahagialah ya, cewek-cewek. Kita nanti jadi seorang Ibu lho! :)
Selasa, 24 September 2013
Dan... waktunya berterima kasih pada
Tuhan atas segala hal yang masih bisa digenggam, dirasakan, dinikmati,
diresapi, dan dikenang. Terima kasih atas adanya perasaan, pikiran, dan
segala pergolakan. Atas hati, batin, benak, dan logika. Atas rasa dan
asa. Atas musibah, cobaan, dan pelajaran.
Atas sesuatu dan seseorang. Atas masa lalu dan masa depan.
Atas nafas, darah, dan nyawa.
Terima kasih, Tuhan.
Atas sesuatu dan seseorang. Atas masa lalu dan masa depan.
Atas nafas, darah, dan nyawa.
Terima kasih, Tuhan.
aku nggak akan pergi
Kamu melihatku dari pantulan kaca. Aku yang sedang merapikan semua
bajuku dan sibuk mengeluarkan semua barang bermerek darimu. Kamu hanya
menggosok gigi dengan santai. Kamu bahkan sempat mencukur jambang yang
belum panjang, padahal aku sudah sengaja memperlambat gerakan
beres-beresku. Aku harap kamu mengerti aku. Aku harap kamu menghentikan
aku. Tapi kamu, hanya meraih handuk dan menghilang di kamar mandi.
Kamu memang paling jago mempermainkan perasaanku.
Hari ini aku pergi. Menetap di luar negeri selama tiga tahun lamanya.
Aku ingin pergi, tapi aku juga ingin kamu menahan dan mengemis aku.
Memintaku untuk tetap di sini. Bersamamu. Tapi kamu, sama sekali nggak
peduli.
Kami memang paling anti meluruhkan ego untuk memahamiku.
Aku beranjak. Air mata mulai merangkak naik. Aku mulai kepayahan
menahan luruhnya saat kudengar kamu mendendangkan lagu di bilik kecil
itu. Kamu hebat ya, Sayang. Kepala dan hatimu itu sudah lebih keras dari
batu.
Di depan pintu keluar, selembar catatan menahan langkahku.
Aku terlalu cengeng untuk melepasmu. Aku akan menunggumu. Tiga tahun, kan? :')
Tanganku gemetar di gagang pintu. Aku mengangkat koper dengan mantap,
melangkah dengan senyum dan hangatnya banjir di pipi. Aku terus
berjalan. Dan berhenti di perhentianku.
Kamu keluar dari kamar mandi. Terdiam menatapku.
Aku batal pergi. Aku nggak akan pergi.
Satu dua orang, kamu dan aku
Aku, kemudian kamu
Kita berdua beriringan, berpegangan
Seperti tak ada beban, bertukar senyuman
Tanpa alas kaki, aku dan kamu memijak Bumi
Tanpa atap, aku dan kamu bertemu Langit
Mereka teman kita, Sayang
Aku dan kamu merdeka, cinta kita juga
Aku ingin kita berdua
Merdeka selamanya
Jangan takut, Sayang
Aku, kamu, kita berdua, satu dua orang bertemu muka
Kita akan bertukar jiwa
Selamanya
Aku, kemudian kamu
Kita berdua beriringan, berpegangan
Seperti tak ada beban, bertukar senyuman
Tanpa alas kaki, aku dan kamu memijak Bumi
Tanpa atap, aku dan kamu bertemu Langit
Mereka teman kita, Sayang
Aku dan kamu merdeka, cinta kita juga
Aku ingin kita berdua
Merdeka selamanya
Jangan takut, Sayang
Aku, kamu, kita berdua, satu dua orang bertemu muka
Kita akan bertukar jiwa
Selamanya
Kembali pada Cinta
Kepada Kamu,
Sebelum memulai surat singkat ini, kalau bisa, aku ingin terlebih dulu
menyeka titik keringat kecil di keningmu kemudian bertanya, lelahkah
kamu terus-menerus kujejali dengan kata-kata macam ini. Dimanapun, aku
menulis sesuatu yang terucap dengan label "Kamu" semauku. Kamu, meski
masih juga belum jelas, masih jadi subjek favorit untuk memulai cerita.
Tetap jadi hal terbaik untuk memulai hari di permulaan pagi.
Hidup ini singkat, Sayang. Banyak "tahu-tahu" di dalamnya. Tahu-tahu
kita bertumbuh, tahu-tahu kuliah, tahu-tahu bekerja, tahu-tahu menikah
lalu punya anak. Tahu-tahu usia bertambah dan usia sampai pada
penghabisaannya. Di sela waktu yang sedang berjalan ini, pernahkah kamu
memikirkan aku? Mulai dari yang sepele seperti mereka-reka wajahku,
hingga bertanya-tanya apakah aku bisa jadi ibu yang baik untuk
anak-anakmu. Aku banyak memikirkanmu, bahkan saat menulis surat ini.
Aku ingin menghabiskan bertahun-tahun ke depan bersama kamu.
Semoga tidak terlalu muluk. Permintaan sederhana dengan harapan yang
besarnya tak hingga. Aku tidak kesepian, tapi tak juga merasa lengkap.
Memangnya, wanita mana yang tidak ingin ada bahu siaga untuk meredam
suara tangisnya. Memangnya, wanita mana yang tidak ingin masuk dalam
peluk hangat saat hidup terasa begitu sulit ditapaki. Memangnya, wanita
mana yang tidak ingin menatap wajah yang dicintainya dalam keadaan tidur
dengan perasaan penuh syukur.
Aku ingin. Selalu ingin. Menghabiskan itu semua bersamamu.
Cinta kadang begitu mencekam, Sayang. Bila tak hati-hati, kau bisa remuk
redam. Tapi, bukan aku namanya bila tak optimis, terlebih ini soal
dengan siapa kelak akan menghabiskan hidup. Aku ingin kamu yang mengerti
bahasa mata meski tanpa berkata-kata. Aku ingin kamu selalu bisa
membaca semua bahkan tanpa lebih dulu bertanya. Aku ingin kamu pendebat
hati hebat, bukan pendebat mulut yang bejat.
Aku yakin. Kamu ada di ujung jalan sana, berdiri dengan senyum selebar telinga.
Tolong hapus semua awan hitam di kepalaku, Sayang. Tolong bebaskan aku
dari semua kekeraskepalaan yang menjerat terlalu erat. Tolong ingatkan
aku bahwa hidup adalah seindah-indahnya waktu bersama seseorang yang
kusayang. Tolong cepatlah datang, lalu jangan pernah pergi lagi.
Tunjukkan lagi padaku, cara kembali pada cinta.
"Dan jika kubuka hati ini lagi, kuharap kau ada di akhir cerita untukku."
Inspirasi: Way Back Into Love (Ost. Music Lyrics) - Hugh Grant & Drew Barrymore
Untuk proyek #30HariLagukuBercerita @PosCinta (hari pertama)
Inspirasi: Way Back Into Love (Ost. Music Lyrics) - Hugh Grant & Drew Barrymore
Untuk proyek #30HariLagukuBercerita @PosCinta (hari pertama)
Harusnya ini semua mudah dimengerti.
Untuk apa punya otak paling sempurna seranah Bumi kalau memikirkan diri
sendiri saja ruwetnya setengah mati. Harusnya semua masalah yang
memberontak di hati patuh pada otak dan mendengarkan semua logika. Otak
kan si pemimpin, letaknya di kepala, dan mengendalikan semua hal, tak
terkecuali. Jangankan hati, gerak refleks yang cepatnya tak terhitung
itu juga buah perintah otak kedua, yaitu tulang belakang. Bayangkan
betapa cepatnya kita menarik tangan saat tersundut api. Betapa cepatnya
gerakan menghindar saat terancam. Tapi, kenapa tidak terjadi dengan
cinta dan hati?
Ada selanya tersakiti, disakiti,
menyakiti, dan kalau cinta hanya berputar seperti itu dengan keji,
harusnya otak juga memerintahkan tubuh untuk berhenti. Memerintahkan
hati untuk melarikan diri. Tapi hati selalu punya pikiran sendiri. Hati.
Halus dan peka, seringnya jadi begitu rapuh dan tolol, meski kadang
bisa jadi sekeras harga diri. Hati, yang seperti selalu rela menerima,
memberi, dan memaklumi. Hati, yang seperti selalu bisa selalu luruh
hanya dengan satu pesan manis.
Kepadamu Hati, kuharap kau selalu hati-hati.
Entah kenapa tiba-tiba pingin membahas
galau. Sebenarnya semua orang pasti pernah galau, hanya saja
pelampiasannya berbeda. Yang aku nggak habis pikir, kenapa ada
orang-orang galau-nya muncrat-muncrat sampai rasanya seisi dunia harus
tahu. Yah, itu hak masing-masing. Mau galau sambil kayang atau apapun.
Tapi, bukankah akan lebih baik kalau nggak semua orang bisa tahu apa
yang kita rasakan. Rasanya nggak enak lho di-judge jelek cuma karena ekspresi cinta-galau yang berlebihan.
Lagi-lagi, semua pilihan, kan.
Entah kenapa tiba-tiba pingin membahas
galau. Sebenarnya semua orang pasti pernah galau, hanya saja
pelampiasannya berbeda. Yang aku nggak habis pikir, kenapa ada
orang-orang galau-nya muncrat-muncrat sampai rasanya seisi dunia harus
tahu. Yah, itu hak masing-masing. Mau galau sambil kayang atau apapun.
Tapi, bukankah akan lebih baik kalau nggak semua orang bisa tahu apa
yang kita rasakan. Rasanya nggak enak lho di-judge jelek cuma karena ekspresi cinta-galau yang berlebihan.
Lagi-lagi, semua pilihan, kan.
Sabtu, 21 September 2013
Because of you
I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far
Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I lose my way
And it's not too long before you point it out
I cannot cry Because I know that's weakness in your eyes
I'm forced to fake A smile, a laugh everyday of my life
My heart can't possibly break
When it wasn't even whole to start with
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I try my hardest just to forget everything
Because of you I don't know how to let anyone else in
Because of you I'm ashamed of my life because it's empty
Because of you I am afraid
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far
Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I lose my way
And it's not too long before you point it out
I cannot cry Because I know that's weakness in your eyes
I'm forced to fake A smile, a laugh everyday of my life
My heart can't possibly break
When it wasn't even whole to start with
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I try my hardest just to forget everything
Because of you I don't know how to let anyone else in
Because of you I'm ashamed of my life because it's empty
Because of you I am afraid
Because of you
I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far
Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I lose my way
And it's not too long before you point it out
I cannot cry Because I know that's weakness in your eyes
I'm forced to fake A smile, a laugh everyday of my life
My heart can't possibly break
When it wasn't even whole to start with
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I try my hardest just to forget everything
Because of you I don't know how to let anyone else in
Because of you I'm ashamed of my life because it's empty
Because of you I am afraid
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far
Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I lose my way
And it's not too long before you point it out
I cannot cry Because I know that's weakness in your eyes
I'm forced to fake A smile, a laugh everyday of my life
My heart can't possibly break
When it wasn't even whole to start with
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid
I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing
Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so
I don't get hurt Because of you
I try my hardest just to forget everything
Because of you I don't know how to let anyone else in
Because of you I'm ashamed of my life because it's empty
Because of you I am afraid
When I Was Your Man
Same bed
Ranjang yang sama
But it feels just a little bit bigger now
Tapi kini terasa lebih lega
Our song on the radio
Lagu kita diputar di radio
But it don’t sound the same
Tapi tak terdengar sama
When our friends talk about you
Saat teman-teman kita membicarakanmu
All it does is just tear me down
Semua itu hanya menyakitiku
Cause my heart breaks a little
Karena hatiku hancur
When I hear your name
Saat kudengar namamu
It all just sound like uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh
CHORUS
Hmmm too young, to dumb to realize
Hmmm terlalu muda, terlalu bodoh tuk sadari
That I should have bought you flowers and held your hand
Bahwa dulu harusnya aku membelikanmu bunga dan kugenggam tanganmu
Should have given all my hours when I had the chance
Harusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke setiap pesta
Cause all you wanted to do was dance
Karena yang ingin kau lakukan hanyalah berdansa
Now my baby is dancing,
Kini kekasihku sedang berdansa,
But she’s dancing with another man
Tapi dia berdansa dengan pria lain
My pride, my ego, my needs and my selfish ways
Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku
Now I'll never, never get to clean out the mess I’m in
Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini
And it haunts me every time I close my eyes
Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata
It all just sounds like uh, uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh, uh
CHORUS
Although it hurts
Meski sakit rasanya
I’ll be the first to say that I was wrong
Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah
Oh, I know I’m probably much too late
Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku
To try and apologize for my mistakes
Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku
But I just want you to know
Tapi aku hanya ingin kau tahu
I hope he buys you flowers,
Kuharap dia membelikanmu bunga,
I hope he holds yours hands
Kuharap dia menggenggam tanganmu
Give you all his hours when he has the chance
Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke semua pesta
Cause I remember how much you loved to dance
Karena kuingat betapa kau senang berdansa
Do all the things I should have done
Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan
When I was your man!
Saat aku masih jadi kekasihmu
Ranjang yang sama
But it feels just a little bit bigger now
Tapi kini terasa lebih lega
Our song on the radio
Lagu kita diputar di radio
But it don’t sound the same
Tapi tak terdengar sama
When our friends talk about you
Saat teman-teman kita membicarakanmu
All it does is just tear me down
Semua itu hanya menyakitiku
Cause my heart breaks a little
Karena hatiku hancur
When I hear your name
Saat kudengar namamu
It all just sound like uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh
CHORUS
Hmmm too young, to dumb to realize
Hmmm terlalu muda, terlalu bodoh tuk sadari
That I should have bought you flowers and held your hand
Bahwa dulu harusnya aku membelikanmu bunga dan kugenggam tanganmu
Should have given all my hours when I had the chance
Harusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke setiap pesta
Cause all you wanted to do was dance
Karena yang ingin kau lakukan hanyalah berdansa
Now my baby is dancing,
Kini kekasihku sedang berdansa,
But she’s dancing with another man
Tapi dia berdansa dengan pria lain
My pride, my ego, my needs and my selfish ways
Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku
Now I'll never, never get to clean out the mess I’m in
Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini
And it haunts me every time I close my eyes
Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata
It all just sounds like uh, uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh, uh
CHORUS
Although it hurts
Meski sakit rasanya
I’ll be the first to say that I was wrong
Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah
Oh, I know I’m probably much too late
Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku
To try and apologize for my mistakes
Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku
But I just want you to know
Tapi aku hanya ingin kau tahu
I hope he buys you flowers,
Kuharap dia membelikanmu bunga,
I hope he holds yours hands
Kuharap dia menggenggam tanganmu
Give you all his hours when he has the chance
Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke semua pesta
Cause I remember how much you loved to dance
Karena kuingat betapa kau senang berdansa
Do all the things I should have done
Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan
When I was your man!
Saat aku masih jadi kekasihmu
When I Was Your Man
Same bed
Ranjang yang sama
But it feels just a little bit bigger now
Tapi kini terasa lebih lega
Our song on the radio
Lagu kita diputar di radio
But it don’t sound the same
Tapi tak terdengar sama
When our friends talk about you
Saat teman-teman kita membicarakanmu
All it does is just tear me down
Semua itu hanya menyakitiku
Cause my heart breaks a little
Karena hatiku hancur
When I hear your name
Saat kudengar namamu
It all just sound like uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh
CHORUS
Hmmm too young, to dumb to realize
Hmmm terlalu muda, terlalu bodoh tuk sadari
That I should have bought you flowers and held your hand
Bahwa dulu harusnya aku membelikanmu bunga dan kugenggam tanganmu
Should have given all my hours when I had the chance
Harusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke setiap pesta
Cause all you wanted to do was dance
Karena yang ingin kau lakukan hanyalah berdansa
Now my baby is dancing,
Kini kekasihku sedang berdansa,
But she’s dancing with another man
Tapi dia berdansa dengan pria lain
My pride, my ego, my needs and my selfish ways
Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku
Now I'll never, never get to clean out the mess I’m in
Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini
And it haunts me every time I close my eyes
Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata
It all just sounds like uh, uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh, uh
CHORUS
Although it hurts
Meski sakit rasanya
I’ll be the first to say that I was wrong
Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah
Oh, I know I’m probably much too late
Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku
To try and apologize for my mistakes
Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku
But I just want you to know
Tapi aku hanya ingin kau tahu
I hope he buys you flowers,
Kuharap dia membelikanmu bunga,
I hope he holds yours hands
Kuharap dia menggenggam tanganmu
Give you all his hours when he has the chance
Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke semua pesta
Cause I remember how much you loved to dance
Karena kuingat betapa kau senang berdansa
Do all the things I should have done
Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan
When I was your man!
Saat aku masih jadi kekasihmu
Ranjang yang sama
But it feels just a little bit bigger now
Tapi kini terasa lebih lega
Our song on the radio
Lagu kita diputar di radio
But it don’t sound the same
Tapi tak terdengar sama
When our friends talk about you
Saat teman-teman kita membicarakanmu
All it does is just tear me down
Semua itu hanya menyakitiku
Cause my heart breaks a little
Karena hatiku hancur
When I hear your name
Saat kudengar namamu
It all just sound like uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh
CHORUS
Hmmm too young, to dumb to realize
Hmmm terlalu muda, terlalu bodoh tuk sadari
That I should have bought you flowers and held your hand
Bahwa dulu harusnya aku membelikanmu bunga dan kugenggam tanganmu
Should have given all my hours when I had the chance
Harusnya kuberikan seluruh waktuku saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke setiap pesta
Cause all you wanted to do was dance
Karena yang ingin kau lakukan hanyalah berdansa
Now my baby is dancing,
Kini kekasihku sedang berdansa,
But she’s dancing with another man
Tapi dia berdansa dengan pria lain
My pride, my ego, my needs and my selfish ways
Kesombonganku, egoku, kebutuhanku dan keegoisanku
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Membuat perempuan kuat sebaik dirimu pergi dari hidupku
Now I'll never, never get to clean out the mess I’m in
Kini aku takkan pernah bisa bereskan kekacauan ini
And it haunts me every time I close my eyes
Dan semua ini hantuiku tiap kali kupejamkan mata
It all just sounds like uh, uh, uh, uh
Semua itu hanya terdengar uh, uh, uh, uh
CHORUS
Although it hurts
Meski sakit rasanya
I’ll be the first to say that I was wrong
Aku yang kan pertama akui bahwa aku salah
Oh, I know I’m probably much too late
Oh, aku tahu mungkin terlalu terlambat bagiku
To try and apologize for my mistakes
Tuk mencoba dan minta maaf atas salahku
But I just want you to know
Tapi aku hanya ingin kau tahu
I hope he buys you flowers,
Kuharap dia membelikanmu bunga,
I hope he holds yours hands
Kuharap dia menggenggam tanganmu
Give you all his hours when he has the chance
Memberimu seluruh waktunya saat ada kesempatan
Take you to every party
Mengajakmu ke semua pesta
Cause I remember how much you loved to dance
Karena kuingat betapa kau senang berdansa
Do all the things I should have done
Lakukan segala yang harusnya dulu kulakukan
When I was your man!
Saat aku masih jadi kekasihmu
Right from the startYou were a thiefYou stole my heartAnd I your willing victimI let you see the parts of meThat were not all that prettyAnd with every touch you fixed themNow you've been talking in your sleep oh ohThings you never say to me oh ohTell me that you've had enoughOf our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsWe're not broken just bentAnd we can learn to love again
I'm sorry I do not understandWhere all of this is coming fromI thought that we were fine(Oh, we had everything)Your head is running wild againMy dear we still have everythin 'And it's all in your mind(Yeah but this is happenin ')You've been havin 'a real bad dreams oh ohYou used to lie so close to me oh ohThere's nothing more than empty sheetsBetween our love, our loveOh our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againI never stoppedYou're still written in the scars on my heartYou're not broken just bentAnd we can learn to love again
Oh tear ducts and rustI'll fix it for usWe're collecting dustBut our love's enoughYou're holding it inYou're pouring a drinkNo nothing is as bad as it seemsWe'll come clean
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love againOh, we can learn to love againOh, we can learn to love againOh oh, that we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsWe're not broken just bentAnd we can learn to love again
I'm sorry I do not understandWhere all of this is coming fromI thought that we were fine(Oh, we had everything)Your head is running wild againMy dear we still have everythin 'And it's all in your mind(Yeah but this is happenin ')You've been havin 'a real bad dreams oh ohYou used to lie so close to me oh ohThere's nothing more than empty sheetsBetween our love, our loveOh our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againI never stoppedYou're still written in the scars on my heartYou're not broken just bentAnd we can learn to love again
Oh tear ducts and rustI'll fix it for usWe're collecting dustBut our love's enoughYou're holding it inYou're pouring a drinkNo nothing is as bad as it seemsWe'll come clean
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love againOh, we can learn to love againOh, we can learn to love againOh oh, that we're not broken just bentAnd we can learn to love again

Right from the startYou were a thiefYou stole my heartAnd I your willing victimI let you see the parts of meThat were not all that prettyAnd with every touch you fixed themNow you've been talking in your sleep oh ohThings you never say to me oh ohTell me that you've had enoughOf our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsWe're not broken just bentAnd we can learn to love again
I'm sorry I do not understandWhere all of this is coming fromI thought that we were fine(Oh, we had everything)Your head is running wild againMy dear we still have everythin 'And it's all in your mind(Yeah but this is happenin ')You've been havin 'a real bad dreams oh ohYou used to lie so close to me oh ohThere's nothing more than empty sheetsBetween our love, our loveOh our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againI never stoppedYou're still written in the scars on my heartYou're not broken just bentAnd we can learn to love again
Oh tear ducts and rustI'll fix it for usWe're collecting dustBut our love's enoughYou're holding it inYou're pouring a drinkNo nothing is as bad as it seemsWe'll come clean
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love againOh, we can learn to love againOh, we can learn to love againOh oh, that we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsWe're not broken just bentAnd we can learn to love again
I'm sorry I do not understandWhere all of this is coming fromI thought that we were fine(Oh, we had everything)Your head is running wild againMy dear we still have everythin 'And it's all in your mind(Yeah but this is happenin ')You've been havin 'a real bad dreams oh ohYou used to lie so close to me oh ohThere's nothing more than empty sheetsBetween our love, our loveOh our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againI never stoppedYou're still written in the scars on my heartYou're not broken just bentAnd we can learn to love again
Oh tear ducts and rustI'll fix it for usWe're collecting dustBut our love's enoughYou're holding it inYou're pouring a drinkNo nothing is as bad as it seemsWe'll come clean
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love againOh, we can learn to love againOh, we can learn to love againOh oh, that we're not broken just bentAnd we can learn to love again

Jumat, 20 September 2013
Merawat ketiak agar tidak basah kering
Tips merawat ketiak agar tidak basah kering putih dan harum. Keringat berlebih di ketiak memang sering menjadi masalah. Selain megurangi kenyamanan, masalah ini juga bisa menganggu penampilan Anda. Tapi tenang, ketiak basah bisa diatasi kok.
7. Akan lebih baik jika Anda mengeringkan ketiak dengan cara diangangin-angini saja, tanpa hrus menggosoknya dengan handuk. Berbaringlah dengan posisi terlentang, dan membuka ketiak, sampai bagian tersebut kering.
Mengapa warna kulit di sekitar ketiak gelap? Benarkah mencukur bulu ketiak dan pemakaian deodoran bisa membuatnya bertambah gelap?
Secara fisik kulit di area ketiak memiliki pigmen yang berbeda dari kulit di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan tampilannya lebih gelap. Ketidakseimbangan hormon juga merupakan salah satu penyebab menghitamnya daerah ketiak.
Selain faktor genetik, kulit ketiak juga dapat berubah warna karena reaksi zat merkuri yang terkandung pada deodoran jenis roll-on. Deodoran yang mengandung alkohol juga bisa menyebabkan iritasi sehingga terjadi hiperpigmentasi yang berakibat pada hitamnya daerah ketiak. Karena itu, Anda harus lebih selektif memilih deodoran.
Bila anda termasuk golongan yang suka mencukur rambut ketiak dengan mencabutnya, yang akan terjadi pada ketiak anda iritasi dan menyebabkan kulit permukaan ketiak menipis.
Karena adanya rangsangan iritasi setiap harinya, kulit ketiak secara cepat menimbulkan penebalan kulit di area tersebut.
Akibatnya kulit ketiak menjadi hitam dibandingkan area sekitarnya. Selain itu penyebab lain kulit permukaan ketiak hitam adalah pemakaian deodorantatau bedak khusus ketiak yang dapat memicu perubahan warna.
Hal seperti ini penyebabnya bukan karena deodorantnya atau bedaknya, tetapi sisa-sisa yang tertinggal kemudian diubah oleh bakteri yang memicu perubahan warna di ketiak.
bermasalah dgn ketiak anda?coba tips2 ini dch..:
1. Siapkan buah lemon dan ketimun, kemudian peras buah lemon dan ambil sarinya. Parut ketimun kemudian capurkan perasan lemon dengan parutan ketimun, aduk rata. Tambahkan parutan kunyit kedalamnya. Setelah tercampur rata bubuhkan pada ketiak anda selama 20 menit lalu bilas dengan air hangat.
2. Setiap habis mandi, gosokan pada ketiak anda campuran air kapur sirih dan jeruk limau nipis. Lakukanlah secara rutin.
3. Gunakan deodorant yang mengandung asam linolenat dari minyak biji bunga matahari untuk mengurangi warna hitam pada ketiak.
4. Gosokan ketiak anda dengan lulur body scrub atau lulur yang mengandung buah dan pemutih kulit, agar hasil lebih maksimal.
5. Bersihkan sisa-sisa deodorant atau bedak yang menempel pada ketiak anda setiap kali anda mandi.
6. Selesai mandi keringkan badan Anda, gunakan handuk yang lembut pada bagian ketiak. Jangan terlalu keras menggosok bagian tersebut, karena akan merusak lapisan kulit dan membuat kulit ketiak stres. Hal itu akan merangsang keluarnya keringat.
7. Akan lebih baik jika Anda mengeringkan ketiak dengan cara diangangin-angini saja, tanpa hrus menggosoknya dengan handuk. Berbaringlah dengan posisi terlentang, dan membuka ketiak, sampai bagian tersebut kering.
8. Setelah kering, pakaikan deodoran antiperspirant di ketiak Anda.
9. Jangan memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama di bagian ketiak karena akan merangsang keringat untuk keluar.
10. Usahakan ketika mengeringkan ketiak Anda, harus benar-benar kering dan dingin.
11. Ketika mencukur bulu ketiak, berhati-hatilah. Jangan sampai menggores kulit ketiak, karena hanya akan membuat kulit stres dan berkeringat. Segeralah memakang deodoran untuk kulit sensitif selesai bercukur.
Selamat Mencoba
Merawat ketiak agar tidak basah kering
Tips merawat ketiak agar tidak basah kering putih dan harum. Keringat berlebih di ketiak memang sering menjadi masalah. Selain megurangi kenyamanan, masalah ini juga bisa menganggu penampilan Anda. Tapi tenang, ketiak basah bisa diatasi kok.
7. Akan lebih baik jika Anda mengeringkan ketiak dengan cara diangangin-angini saja, tanpa hrus menggosoknya dengan handuk. Berbaringlah dengan posisi terlentang, dan membuka ketiak, sampai bagian tersebut kering.
Mengapa warna kulit di sekitar ketiak gelap? Benarkah mencukur bulu ketiak dan pemakaian deodoran bisa membuatnya bertambah gelap?
Secara fisik kulit di area ketiak memiliki pigmen yang berbeda dari kulit di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan tampilannya lebih gelap. Ketidakseimbangan hormon juga merupakan salah satu penyebab menghitamnya daerah ketiak.
Selain faktor genetik, kulit ketiak juga dapat berubah warna karena reaksi zat merkuri yang terkandung pada deodoran jenis roll-on. Deodoran yang mengandung alkohol juga bisa menyebabkan iritasi sehingga terjadi hiperpigmentasi yang berakibat pada hitamnya daerah ketiak. Karena itu, Anda harus lebih selektif memilih deodoran.
Bila anda termasuk golongan yang suka mencukur rambut ketiak dengan mencabutnya, yang akan terjadi pada ketiak anda iritasi dan menyebabkan kulit permukaan ketiak menipis.
Karena adanya rangsangan iritasi setiap harinya, kulit ketiak secara cepat menimbulkan penebalan kulit di area tersebut.
Akibatnya kulit ketiak menjadi hitam dibandingkan area sekitarnya. Selain itu penyebab lain kulit permukaan ketiak hitam adalah pemakaian deodorantatau bedak khusus ketiak yang dapat memicu perubahan warna.
Hal seperti ini penyebabnya bukan karena deodorantnya atau bedaknya, tetapi sisa-sisa yang tertinggal kemudian diubah oleh bakteri yang memicu perubahan warna di ketiak.
bermasalah dgn ketiak anda?coba tips2 ini dch..:
1. Siapkan buah lemon dan ketimun, kemudian peras buah lemon dan ambil sarinya. Parut ketimun kemudian capurkan perasan lemon dengan parutan ketimun, aduk rata. Tambahkan parutan kunyit kedalamnya. Setelah tercampur rata bubuhkan pada ketiak anda selama 20 menit lalu bilas dengan air hangat.
2. Setiap habis mandi, gosokan pada ketiak anda campuran air kapur sirih dan jeruk limau nipis. Lakukanlah secara rutin.
3. Gunakan deodorant yang mengandung asam linolenat dari minyak biji bunga matahari untuk mengurangi warna hitam pada ketiak.
4. Gosokan ketiak anda dengan lulur body scrub atau lulur yang mengandung buah dan pemutih kulit, agar hasil lebih maksimal.
5. Bersihkan sisa-sisa deodorant atau bedak yang menempel pada ketiak anda setiap kali anda mandi.
6. Selesai mandi keringkan badan Anda, gunakan handuk yang lembut pada bagian ketiak. Jangan terlalu keras menggosok bagian tersebut, karena akan merusak lapisan kulit dan membuat kulit ketiak stres. Hal itu akan merangsang keluarnya keringat.
7. Akan lebih baik jika Anda mengeringkan ketiak dengan cara diangangin-angini saja, tanpa hrus menggosoknya dengan handuk. Berbaringlah dengan posisi terlentang, dan membuka ketiak, sampai bagian tersebut kering.
8. Setelah kering, pakaikan deodoran antiperspirant di ketiak Anda.
9. Jangan memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama di bagian ketiak karena akan merangsang keringat untuk keluar.
10. Usahakan ketika mengeringkan ketiak Anda, harus benar-benar kering dan dingin.
11. Ketika mencukur bulu ketiak, berhati-hatilah. Jangan sampai menggores kulit ketiak, karena hanya akan membuat kulit stres dan berkeringat. Segeralah memakang deodoran untuk kulit sensitif selesai bercukur.
Selamat Mencoba
6 cara untuk mengatasi kulit kering
Kulit kering adalah salah satu masalah yang sering terjadi khususnya didaerah tropis. Hiasan make up jadi tidak sempurna adalah keluhan yang paling sering kita dengar dari perempuan khususnya yang mempunyai kulit kering di wajah. Berikut ini tips cara mencegah agar kulit tidak kering:
- Gunakanlah pelembab rutin setiap hari. jika kulit anda merupakan kulit sensitif maka jangan menggunakan pelembab yang mengandung parfum karena bahan kimia dari parfum akan menyebabkan masalah, sebaiknya pilihkah produk perawatan yang ringan dan tidak mengandung bahan kimia.
- Hal penting lainnya untuk membantu mengatasi kulit kering adalah dengan memakai tabir surya sepanjang hari. Tabir surya tidak hanya wajib dikenakan saat musim panas, tetapi juga saat musim hujan atau dingin. Aplikasikan tabir surya minimal setiap 2-3 jam.
- Minumlah air yang banyak, minimal 2-3 liter perhari. Selain dapat membuat kulit terlihat tidak kusam, air juga sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.
- Hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok berpengaruh sebagai penyebab kulit kering. Kandungan nikotin pada rokok dapat mempersempit pembuluh darah yang membuat kulit menjadi semakin sulit memperoleh nutrisi yang diperlukan.
- Jangan terlalu sering mencuci muka karena jika terlalu sering kulit anda akan kehilangan kelembapan alami.
- Mandi di malam hari sepulang beraktifitas tentu bisa bantu merilekskan pikiran serta tubuh. Namun, air hangat justru memecahkan hambatan lemak yang mengakibatkan kulit rentan kehilangan kelembaban. Oleh sebab itu, hindarilah mandi dengan air hangat terlalu sering.
Semoga informasi tips cara mengatasi kulit kering diatas dapat bermanfaat.
6 cara untuk mengatasi kulit kering
Kulit kering adalah salah satu masalah yang sering terjadi khususnya didaerah tropis. Hiasan make up jadi tidak sempurna adalah keluhan yang paling sering kita dengar dari perempuan khususnya yang mempunyai kulit kering di wajah. Berikut ini tips cara mencegah agar kulit tidak kering:
- Gunakanlah pelembab rutin setiap hari. jika kulit anda merupakan kulit sensitif maka jangan menggunakan pelembab yang mengandung parfum karena bahan kimia dari parfum akan menyebabkan masalah, sebaiknya pilihkah produk perawatan yang ringan dan tidak mengandung bahan kimia.
- Hal penting lainnya untuk membantu mengatasi kulit kering adalah dengan memakai tabir surya sepanjang hari. Tabir surya tidak hanya wajib dikenakan saat musim panas, tetapi juga saat musim hujan atau dingin. Aplikasikan tabir surya minimal setiap 2-3 jam.
- Minumlah air yang banyak, minimal 2-3 liter perhari. Selain dapat membuat kulit terlihat tidak kusam, air juga sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.
- Hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok berpengaruh sebagai penyebab kulit kering. Kandungan nikotin pada rokok dapat mempersempit pembuluh darah yang membuat kulit menjadi semakin sulit memperoleh nutrisi yang diperlukan.
- Jangan terlalu sering mencuci muka karena jika terlalu sering kulit anda akan kehilangan kelembapan alami.
- Mandi di malam hari sepulang beraktifitas tentu bisa bantu merilekskan pikiran serta tubuh. Namun, air hangat justru memecahkan hambatan lemak yang mengakibatkan kulit rentan kehilangan kelembaban. Oleh sebab itu, hindarilah mandi dengan air hangat terlalu sering.
Semoga informasi tips cara mengatasi kulit kering diatas dapat bermanfaat.
Unsur teknik vocal
unsur-unsur teknik vokal :
- Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
- Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
- Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
- Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
- Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
- Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
- Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
- Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
1. Pendengaran yang baik
2. Kontrol pernafasan
3. Rasa musical.
Semoga bermanfaat ya ..
Langganan:
Postingan
(
Atom
)