Senin, 19 Agustus 2013

gempa bumi dan pembangunan kembali

Pada tahun 746, Masjid Al-Aqsa rusak akibat gempa bumi, yaitu empat tahun sebelum Abul Abbas As-Saffah menggulingkan Ummayah dan mendirikan kekhalifahan Abbasiyah. Khalifah Abbasiyah yang kedua Abu Jafar Al-Mansur pada tahun 753 menyatakan niatnya untuk memperbaiki masjid itu. Ia memerintahkan agar lempengan emas dan perak yang menutupi gerbang masjid dilepaskan dan dicetak menjadi uang dinar dan dirham untuk membiayai kegiatan rekonstruksi, yang diselesaikan pada tahun 771. Gempa kedua yang terjadi pada tahun 774 kemudian merusak sebagian besar perbaikan Al-Mansur itu, kecuali perbaikan pada bagian selatan masjid.[19][21] Pada tahun 780, khalifah selanjutnya Muhammad Al-Mahdi membangunnya kembali, tapi ia mengurangi panjangnya serta memperbesar lebarnya.[19][22] Renovasi Al-Mahdi adalah renovasi pertama yang diketahui memiliki catatan tertulis yang menjelaskan hal itu.[23] Pada tahun 985, seorang ahli geografi Arab kelahiran Yerusalem bernama Al-Maqdisi mencatat bahwa masjid hasil renovasi memiliki "lima belas lengkungan dan lima belas gerbang".[21]
Pada tahun 1033 terjadi lagi sebuah gempa bumi, yang sangat merusak masjid. Antara tahun 1034 dan 1036, khalifah Fatimiyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali dan merenovasi masjid secara menyeluruh. Jumlah lengkungan secara drastis dikurangi dari lima belas menjadi tujuh. Azh-Zhahir membangun empat buah arkade untuk aula tengah dan lorong, yang saat ini berfungsi sebagai fondasi masjid. Aula tengah diperbesar dua kali lipat dari lebar lorong lainnya, dan memiliki ujung atap besar yang di atasnya dibangun sebuah kubah dari kayu.[17]

Daerah Al-Haram (daerah yang suci) terdapat di sebelah timur dari kota ini; dan melalui bazar di (bagian kota) ini anda akan memasukkan Daerah tersebut melalui pintu gerbang (Dargah) yang besar dan indah... Setelah melewati gerbang ini, di sebelah kanan anda terdapat dua baris tiang-tiang besar (Riwaq), masing-masing memiliki sembilan dan dua puluh pilar-pilar marmer, yang bagian puncak dan dasarnya berupa pualam berwarna, dan persambungannya terbuat dari timah. Di atas pilar-pilar terdapat lengkungan-lengkungan, yang terbuat dari batu bata, tanpa pelapis plester atau semen, dan setiap lengkungan dibangun dengan tidak lebih dari lima atau enam blok batu. Pilar-pilar ini mengarah sampai ke dekat Maqsurah.
Nasir Khusraw', deskripsi masjid pada tahun 1047 Masehi (Safarnama, terjemahan Guy Le Strange)[24]
Yerusalem direbut oleh Tentara Salib pada tahun 1099, selama Perang Salib Pertama. Alih-alih menghancurkan masjid, yang mereka sebut "Bait Salomo", Tentara Salib menggunakannya sebagai istana kerajaan dan kandang kuda. Pada tahun 1119, tempat ini berubah menjadi markas para Ksatria Templar. Selama periode ini, mesjid mengalami beberapa perubahan struktural, termasuk perluasan serambi utara, penambahan apse, dan sebuah dinding pembatas. Sebuah kloster baru dan sebuah gereja juga dibangun di situs tersebut, bersama dengan beberapa struktur bangunan lainnya.[25] Para Ksatria Templar membangun pavilyun berkubah di sisi barat dan timur bangunan. Pavilyun barat saat ini berfungsi sebagai masjid untuk kaum wanita dan pavilyun timur berfungsi sebagai Museum Islam.[21]
Setelah Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil memimpin Ayyubiyah merebut kembali Yerusalem melalui pengepungan pada tahun 1187, beberapa perbaikan dilakukan atas Masjid Al-Aqsa.[8] Nuruddin Zengi yang menjadi sultan sebelum Shalahuddin, sebelumnya telah menugaskan pembangunan mimbar baru yang terbuat dari gading dan kayu pada tahun 1168-1169, namun mimbar itu baru selesai setelah ia wafat. Mimbar Nuruddin telah ditambahkan oleh Shalahuddin ke masjid pada bulan November 1187.[26] Penguasa Ayyubiyah di Damaskus, Sultan Al-Muazzam, pada tahun 1218 membangun serambi utara masjid dengan tiga buah gerbang. Pada tahun 1345, penguasa Mamluk di bawah pemerintahan Al-Kamil Shaban menambahkan dua lengkungan dan dua gerbang pada bagian timur masjid.[21]
Setelah Utsmaniyah merebut kekuasaan pada 1517, mereka tidak melakukan renovasi atau perbaikan besar atas masjid itu, namun mereka melakukan perbaikan pada Al-Haram Asy-Syarif (Bukit Bait Suci) secara keseluruhan. Hal ini termasuk antara lain pembangunan Air Mancur Qasim Pasha (1527), perbaikan kembali Kolam Raranj, serta pembangunan tiga kubah yang berdiri bebas. Kubah yang paling terkenal ialah Kubah Nabi, dibangun pada tahun 1538. Semua pembangunan adalah atas perintah para gubernur Utsmaniyah di Yerusalem dan bukan atas perintah para sultan.[27] Walaupun demikian, para sultan melakukan penambahan pada menara-menara yang telah ada.[27]

letak geografispalembang

Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 358,55 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Palembang sendiri dapat dicapai melalui penerbangan dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta (Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air), Batam (Wings Air, Sky Aviation, Citilink), Bandung (Indonesia Airways), Lampung (Merpati), Pangkal Pinang(Sriwijaya Air), Tanjung Pandan (Sky Aviation), Medan (Garuda Indonesia), Kuala Lumpur (Air Asia), Singapore (Silk Air). Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi yang dilintasi Jembatan Ampera dan berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.

pemerintahan kota di palembang

Kota Palembang dibagi ke dalam 16 kecamatan dan 107 kelurahan[9], kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:

masjid aqsa

Masjid Al-Aqsa, juga ditulis Al-Aqsha (bahasa Arab:المسجد الاقصى, Tentang suara ini Al-Masjid Al-Aqsha , arti harfiah: "masjid terjauh") adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kompleks tempat masjid ini (di dalamnya juga termasuk Kubah Batu) dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau "tanah suci yang mulia". Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan Bait Suci (bahasa Ibrani: הַר הַבַּיִת, Har haBáyit, bahasa Inggris: Temple Mount), suatu tempat paling suci dalam agama Yahudi yang umumnya dipercaya merupakan tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri.[2][3]
Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra' Mi'raj.[4] Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang.[5] Pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra' Mi'raj dalam Al-Qur'an (Surah Al-Isra' ayat 1) meliputi seluruh kawasan Al-Haram Asy-Syarif.[6]
Masjid Al-Aqsa pada awalnya adalah rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, salah seorang Khulafaur Rasyidin, tetapi telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh khalifah Umayyah Abdul Malik dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 Masehi.[7] Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780. Gempa berikutnya menghancurkan sebahagian besar Al-Aqsa pada tahun 1033, namun dua tahun kemudian khalifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini. Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah melakukan penambahan terhadap masjid dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan. Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota itu. Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.
Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania[8], meskipun ada pula yang menyatakan bahwa mimbar buatan Jepara digunakan di masjid ini.[9][10]

fakta aneh didunia

ebuah kejadian aneh tapi nyata benar- benar terjadi di Amerika dan bagi orang awam hal ini sangat sulit untuk dipercaya sulit. Dua gadis remaja bernama Bethony dan Megand mempunyai saudara kembar yang usianya  berjarak 11 tahun  yang bernama Ryleigh bayi  berusia 3 bulan. Tetapi mereka adalah  kembar 3.



Walaupun mereka bertiga dikandung pada tahun yang sama yaitu 1998, tetapi Ryleigh lahir 11 tahun setelah saudara kembarnya. Hal ini dimungkinkan karena, 3 embrio yang ditanamkan pada saat itu, satu embrio telah dibekukan sampai tahun ini.

Hal ini merupakan kejadian  yang luar biasa bagi kedua orang tuanya dan juga dokter yang menanganinya. Tapi pada kenyataannya hal ini benar- benar terjadi.


2. Kepala tertembak baru diketahui 5 tahun kemudian



Seorang pria asal  Jerman hidup  normal dan baik-baik saja selama lima tahun  tanpa dia  sadari bahwa dia telah tertembak dan peluru kaliber 0,22 bersarang dikepalanya. Hal itu baru dia ketahui  ketika dia pergi ke dokter, karena dia berpikir dia memiliki kista.

Karena kondisinya yang sangat mabuk, pria tersebut tidak tahu apa yang telah terjadi pada  dirinya. Yang dia ingat hanyalah bahwa dia telah mendapatkan pukulan di kepala sekitar tengah malam saat pesta Tahun Baru "di tahun 2004, atau 2005"

3.Dipenjara karena celana baggy


Pada tanggal 25 September, seorang pria di Tennessee,  Amerika,  bernama Kenneth berusia 45 tahun  didakwa atas  tuduhan  penyerangan, Kenneth diduga melepaskan tembakan beberapa kali pada seorang  pemuda 17 tahun yang memakai celana baggy yang melorot. Karena  korban menolak untuk menarik celananya yang melorot dan menyebut Kenneth pantat besar, Kenneth pun marah dan menembak bagian pantat pemuda tersebut.


4. Melatih kera dengan AK-47 untuk menembak pasukan AS


Pada bulan Juli 2010, China Daily melaporkan  bahwa ada indikasi  pasukan pemberontak Taliban sedang mempersipkan  tentara mujahidin monyet. Laporan tersebut menyatakan kan bahwa pemberontak menggunakan sistem penghargaan-dan-hukuman untuk melatih kera- kera tersebut. Taliban diduga mengajarkan monyet- monyet tersebut  untuk menggunakan Kalashnikov, senapan mesin Bren ringan dan mortir parit yang ditargetkan pada  tentara yang mengenakan seragam militer AS. 

5. Wanita paling gemuk dengan berat 320 Kg


Seorang perempuan bernama Terri Smith, 49 tahun tidak mampu bergerak, berdiri ataupun  berguling.karena beratnya yang mencapai 320 kg.  dari sejak usia 7 tahun berat badan Terry telah mencapai 70 Kg.  pada usia 20 tahun berat badan Terry 120 kg. 

Pada usia 32 ia menderita arthritis parah di lututnya dan tidak mampu untuk berjalan lebih dari beberapa langkah. Dia juga menderita sakit kepala parah dan dan membutuhkan MRI scan untuk memeriksa apakah  mungkin akan berpotensi timbulnya tumor otak . Sayangnya dia tidak bisa melakukan hal itu karena badannya terlalu besar untuk masuk ke dalam scanner atau untuk melewati pintu-pintu rumah sakit.

Terakhir,  Smith diberi kursi roda listrik agar dia dapat bergerak dan berkeliling. Namun karena   kurangnya latihan fisik, dan tidak bisa merubah pola makan, akhirnya berat badannya terus beertambah  yang menyebabkan Terry tidak bisa berdiri. Untuk terus menopang kesehatannya maka Terry harus terus minum obat yang mengakibatkan berat badannya bertambah 41 kg dalam 30 hari. Dan Terry menjadi pemegang rekor dunia sebagai perempuan tergemuk di dunia.

6. Pencuri yang menyamar sebagai rumput


Pada bulan Oktober, Gregory Liascos seorang pencuri berniat untuk mencuri koleksi emas di museum batu dan mineral di  Oregon senilai 0.25 juta dolar. Tersangka yang berusia 36 tahun menyamar dengan mengenakan kostum “Rumput Ghillie" dan mencoba untuk menerobos dinding museum tersebut.

Saat melihat ada bekas lubang yang terdapat di dinding kamar mandi akhirnya Staff Museum menelepon polisi. Walaupun Gregory dapat mengelabui polisi dengan penyamarannya seperti rumput, namun tidak dengan anjing pelacak yang mampu mencium keberadaannnya. Akhirnya anjing- anjing pelacak itu menggigit gundukan tanah yang ditumbuhi rumput- rumput,  tiba- tiba suara jeritan terdengar dari gundukan tanah tersebut.


7. Bayi yang selamat jatuh tujuh lantai 7


Pada bulan November 2010, seorang bayi perempuan 15 bulan selamat setelah  jatuh dari lantai tujuh sebuah gedung . Bayi tersebut luput dari pengawasan kakaknya saat sedang bermain dekat  jendela.

Seorang pemuda yang  melihat bayi itu  jatuh, langsung memanggil ayah bayi tersebut yang kemudian berlari kearah jendela dan mengulurkan tangannya untuk menangkap bayinya tersebut. Namun ayahnya terlambat untuk menangkap bayi tersebut. Dan akhirnya bayi itu jatuh diatas tenda sebuah kafe, yang biasanya tidak dibuka karena sering dijadikan tempat membuang puntung rokok.

Setelah diperiksa di rumah sakit, beruntung sang bayi tidak mengalami luka- luka bahkan tidak mengalami

Minggu, 18 Agustus 2013

aku bisa trsenyum dihadapanmu, mnyembunyikan airmata dibalik tawaku,
tapi aku takkan bisa sembunyi dari kenyataan bahwa aku terluka :")
aku bisa trsenyum dihadapanmu, mnyembunyikan airmata dibalik tawaku,
tapi aku takkan bisa sembunyi dari kenyataan bahwa aku terluka :")