1. “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia” – Nelson Mandela
2. “Jika anda mendidik seorang pria, maka seorang pria akan terdidik.
Tapi jika anda mendidik seorang wanita, sebuah generasi akan terdidik” –
Brigham Young
3. “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya” – Mahatma Gandhi
4. “Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh
orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” – Malcolm X
5. “Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun
umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan
selamanya menjadi pemuda” -Henry Ford
6. “Berikan seorang pria semangkuk nasi dan Anda akan memberinya makanan
untuk sehari. Ajarkan seorang pria memelihara padi dan Anda akan
memberinya makanan seumur hidup” – Confusius
7. “Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran” – W.B. Yeats
8. “Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan
tubuh, akal terus bertumbuh selama kita hidup” – Martimer Adler
9. “Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak
akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah
tidak. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat
yang sama” – Nora Roberts
10. “Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus” – Arthur Wellesley
11. “Belajar layaknya mendayung ke hulu; Jika tidak maju, maka akan terhanyut ke bawah” – NN
12. “Pengetahuan yang benar tidak diukur dari seberapa banyak Anda
menghafal dan seberapa banyak yang mampu Anda jelaskan, melainkan,
pengetahuan yang benar adalah ekspresi kesalehan (melindungi diri dari
apa yang Allah larang dan bertindak atas apa yang Allah amanatkan) –
diriwayatkan oleh Abu Na’im
13. “Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah
akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga” – Nabi
Muhammad SAW
14. “Pendidikan setingkat dengan olahraga dimana memungkinkan setiap orang untuk bersaing” – Joyce Meyer
15. “Pembelajaran tidak didapat dengan kebetulan. Ia harus dicari dengan semangat dan disimak dengan tekun” – Abigail Adams
16. “Berpikir adalah kegiatan tersulit yang pernah ada. Oleh karena itu hanya sedikit yang melakukannya” – Henry Ford
17. “Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh.” – Albert Einstein
18. “Belajar memang bukan satu-satunya tujuan hidup kita. Tetapi kalau
itu saja kita tidak sanggup atasi, lantas apa yang akan kita capai” –
Shim Shangmin
19. “Sekolah maupun kuliah tidak mengajarkan apa yang harus kita
pikirkan dalam hidup ini. Mereka mengajarkan kita cara berpikir logis,
analitis dan praktis.” – Azis White
20. “Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.
Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan” –
Mario Teguh
21. “Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, tapi hal yang lebih penting
adalah untuk mengambil pelajaran dari kegagalan” – Bill Gates
22. “Jangan pernah berhenti untuk terus belajar, karena dari belajar kamu tidak pernah kehabisan akal.” – AnakUnsri.com
23. ”Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata,
padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas” – Ali Bin Abi
Thalib RA.
24. ”If you want to get laid, go to college. If you want an education, go to the library” – Frank Zappa
25. ”Ilmu itu di dapat dari lidah yg gemar bertanya dan akal yg suka berpikir”. – Abdullah bin Abbas
26. ”Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence.” – Robert Frost
27. ”Education: the path from cocky ignorance to miserable uncertainty.” – Mark Twain
28. S.T.U.D.Y = Singing, Tweeting, Unlimited Texting, Dreaming, Yawning!
29. Seseorang dengan wawasan yang cukup untuk mengakui kekurangannya berada paling dekat dengan kesempurnaan
30. Pengetahuan ditingkatkan dengan belajar; kepercayaan dengan
perdebatan; keahlian dengan latihan & cinta dengan kasih sayang.
Sabtu, 02 November 2013
5 ahli paling di cari di Indonesia
Tenaga kerja terdidik semakin dicari di Indonesia. Terbukti, dari
catatan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja terampil dengan
pendidikan tinggi meningkat, dari 8,8 juta orang (8,04 persen) pada
Agustus 2011 menjadi 10,0 juta orang (8,98 persen) pada Agustus 2012.
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) memprediksi permintaan tenaga kerja terampil Tanah Air bakal terus meningkat, terutama saat ASEAN Economic Community resmi dilansir dua tahun mendatang.
Nantinya, akan ada sertifikasi keterampilan kerja tingkat regional sehingga tenaga kerja terdidik bisa mencari pekerjaan di seluruh negara anggota ASEAN.
Sebelum masa itu tiba, tenaga kerja terampil, terutama mereka yang menempuh pendidikan sekolah menengah kejuruan, diploma, dan strata satu, harus meningkatkan kemampuan teknisnya.
Tentu hal ini mendorong perlunya kepandaian memilah keterampilan kerja apa saja yang banyak diserap oleh lapangan di masa mendatang agar pengalaman kerja bisa diperoleh lebih cepat.
Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona saat diwawancarai merdeka.com di ajang ASEAN Skills Competition di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (16/11), menyatakan ada 22 jenis bidang kerja yang cukup populer di Indonesia.
Dari puluhan jenis itu, masih dapat disaring lagi lima bidang keterampilan yang permintaan tenaga kerjanya akan sangat tinggi hingga beberapa tahun ke depan.
Berikut lima keterampilan kerja paling dicari di Tanah Air versi Kemenakertrans:
1. Ahli konstruksi
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona menyatakan pekerja terampil yang mendesak dibutuhkan industri dalam negeri adalah mereka yang memiliki kemampuan di bidang konstruksi. Dia beralasan Indonesia masih dalam fase pembangunan, sehingga akan selalu ada proyek infrastruktur di seluruh Tanah Air.
Dengan rencana anggaran mencapai Rp 200 triliun pada APBN-P tahun depan, sektor pembangunan infrastruktur masih menjadi primadona dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia. Sehingga Abdul Wahab menyarankan generasi muda menggeluti dan memperdalam keterampilan di bidang konstruksi.
“Tenaga kerja terampil kita di Indonesia dari sisi pembiayaan itu terbesar terserap ke infrastruktur. Keterampilan tiling (konstruksi dinding dan lantai), cabinet filing (produksi lemari), bricklaying (penyusunan batu bata), serta kelistrikan, itu semua terpakai di sektor infrastruktur,” ungkapnya.
2. Ahli rekayasa perangkat lunak
Di urutan kedua, Abdul Wahab menyoroti kebutuhan tenaga kerja terampil yang sangat tinggi di bidang teknologi informasi (TI). Terutama pekerja yang mampu membuat perangkat lunak bisnis dan administrasi.
“Bidang TI ini juga menguasai perkantoran sekarang. Semua kantor sekarang dikelola TI, mulai dari perbankan, kantor pemerintah, kantor swasta, semua berbasis TI. Sehingga pekerja terampil di sektor ini masih akan sangat dibutuhkan, bahkan di level Asia Tenggara,” paparnya.
Dari Catatan BPS, Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi yang di dalamnya meliputi jumlah tenaga kerja TI, menyerap 80.000 orang dari Januari sampai Agustus 2012. Angka itu bakal meningkat karena banyak pekerja TI masih dikategorikan bekerja di sektor non-formal dan tidak tercatat dalam sensus BPS.
3. Ahli komputerisasi industri
Meski proporsi serapan tenaga kerjanya belum terlalu besar, namun kebutuhan di bidang otomatisasi industri atau ahli komputerisasi industri, akan semakin meningkat beberapa tahun ke depan.
Karena itu, Abdul Wahab tidak segan mendorong pelajar mendalami bidang keilmuan mekatronika. Rupanya tidak hanya belajar soal robot, ilmu ini merancang hampir seluruh teknologi yang dapat menggantikan pekerjaan tenaga kerja manusia, seperti lengan buatan untuk pabrik otomotif sampai mesin ATM.
“Otomatisasi industri itu teknologi masa depan, contohnya sekarang jalan tol tidak pakai uang tunai lagi (untuk membayarnya). Akan banyak industri menerapkan sistem seperti itu,” ujar Abdul Wahab memprediksi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sepanjang tahun ini, sektor industri dalam negeri menyerap 830.000 pekerja baru.
4. Jasa perhotelan
BPS mencatat tingkat hunian hotel dari 20 provinsi di Indonesia per September 2012 mencapai 52,96 persen, meningkat 1,21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran sepanjang tahun ini juga tumbuh 1,79 persen.
Jumlah itu bakal terus meningkat di masa mendatang lantaran pemerintah sedang menggalakkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan baru. Bisa dibilang tenaga perhotelan, mulai dari tenaga teknis pelayanan kamar sampai juru masak sedang tinggi permintaannya dalam beberapa waktu ke depan.
Abdul Wahab mengaku peningkatan sumber daya manusia di bidang jasa, terutama perhotelan sedang menjadi fokus Kemenakertrans. Itu sebabnya pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan industri di luar negeri untuk memberi pelatihan tenaga kerja asal Tanah Air agar memiliki pengetahuan mengenai standar kerja dunia perhotelan.
“(Keterampilan perhotelan) memang unggulan, baik untuk pemenuhan pasar domestik maupun dunia. Kita beberapa kali kirim anak-anak (SMK) ke hotel-hotel di Australia, intensif training selama empat bulan, mereka bisa memenuhi standar kerja luar negeri,” ungkapnya.
Kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan perhotelan nantinya tidak akan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Terbukti dari data BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tertinggi tahun ini terdapat di Jambi dengan 11,77 poin, Kalimantan Timur 9,64 poin, dan Kalimantan Barat 7,61 poin.
5. Ahli pengolahan ikan
Sektor industri pengolahan, meliputi sektor perikanan, pada triwulan III 2012 menyumbang Rp 506,6 triliun, mencapai 23,87 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Abdul Wahab, bidang pengolahan produk nilai tambah perikanan berpotensi menyerap tenaga kerja terdidik.Â
“Potensinya besar, karena untuk mencukupi kebutuhan pasar domestik saja sudah memadai untuk menghidupkan industri pengolahan ikan tanah air,” ujarnya.
Keterampilan teknis di bidang pengolahan ikan misalnya membuat produk bernilai tambah dengan bahan ikan, seperti terasi atau ikan kalengan. Namun Abdul Wahab mengakui kelemahan industri perikanan adalah belum optimalnya dukungan pemerintah memasarkan produk hasil laut bernilai tambah, terutama produksi Luar Jawa.
“Resources kita melimpah untuk tenaga terampil, namun sektor perikanan ini belum tergarap memang. Di luar Jawa output dari industri pengolahan harus dipasarkan dengan bantuan pemerintah,” paparnya.
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) memprediksi permintaan tenaga kerja terampil Tanah Air bakal terus meningkat, terutama saat ASEAN Economic Community resmi dilansir dua tahun mendatang.
Nantinya, akan ada sertifikasi keterampilan kerja tingkat regional sehingga tenaga kerja terdidik bisa mencari pekerjaan di seluruh negara anggota ASEAN.
Sebelum masa itu tiba, tenaga kerja terampil, terutama mereka yang menempuh pendidikan sekolah menengah kejuruan, diploma, dan strata satu, harus meningkatkan kemampuan teknisnya.
Tentu hal ini mendorong perlunya kepandaian memilah keterampilan kerja apa saja yang banyak diserap oleh lapangan di masa mendatang agar pengalaman kerja bisa diperoleh lebih cepat.
Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona saat diwawancarai merdeka.com di ajang ASEAN Skills Competition di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (16/11), menyatakan ada 22 jenis bidang kerja yang cukup populer di Indonesia.
Dari puluhan jenis itu, masih dapat disaring lagi lima bidang keterampilan yang permintaan tenaga kerjanya akan sangat tinggi hingga beberapa tahun ke depan.
Berikut lima keterampilan kerja paling dicari di Tanah Air versi Kemenakertrans:
1. Ahli konstruksi
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona menyatakan pekerja terampil yang mendesak dibutuhkan industri dalam negeri adalah mereka yang memiliki kemampuan di bidang konstruksi. Dia beralasan Indonesia masih dalam fase pembangunan, sehingga akan selalu ada proyek infrastruktur di seluruh Tanah Air.
Dengan rencana anggaran mencapai Rp 200 triliun pada APBN-P tahun depan, sektor pembangunan infrastruktur masih menjadi primadona dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia. Sehingga Abdul Wahab menyarankan generasi muda menggeluti dan memperdalam keterampilan di bidang konstruksi.
“Tenaga kerja terampil kita di Indonesia dari sisi pembiayaan itu terbesar terserap ke infrastruktur. Keterampilan tiling (konstruksi dinding dan lantai), cabinet filing (produksi lemari), bricklaying (penyusunan batu bata), serta kelistrikan, itu semua terpakai di sektor infrastruktur,” ungkapnya.
2. Ahli rekayasa perangkat lunak
Di urutan kedua, Abdul Wahab menyoroti kebutuhan tenaga kerja terampil yang sangat tinggi di bidang teknologi informasi (TI). Terutama pekerja yang mampu membuat perangkat lunak bisnis dan administrasi.
“Bidang TI ini juga menguasai perkantoran sekarang. Semua kantor sekarang dikelola TI, mulai dari perbankan, kantor pemerintah, kantor swasta, semua berbasis TI. Sehingga pekerja terampil di sektor ini masih akan sangat dibutuhkan, bahkan di level Asia Tenggara,” paparnya.
Dari Catatan BPS, Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi yang di dalamnya meliputi jumlah tenaga kerja TI, menyerap 80.000 orang dari Januari sampai Agustus 2012. Angka itu bakal meningkat karena banyak pekerja TI masih dikategorikan bekerja di sektor non-formal dan tidak tercatat dalam sensus BPS.
3. Ahli komputerisasi industri
Meski proporsi serapan tenaga kerjanya belum terlalu besar, namun kebutuhan di bidang otomatisasi industri atau ahli komputerisasi industri, akan semakin meningkat beberapa tahun ke depan.
Karena itu, Abdul Wahab tidak segan mendorong pelajar mendalami bidang keilmuan mekatronika. Rupanya tidak hanya belajar soal robot, ilmu ini merancang hampir seluruh teknologi yang dapat menggantikan pekerjaan tenaga kerja manusia, seperti lengan buatan untuk pabrik otomotif sampai mesin ATM.
“Otomatisasi industri itu teknologi masa depan, contohnya sekarang jalan tol tidak pakai uang tunai lagi (untuk membayarnya). Akan banyak industri menerapkan sistem seperti itu,” ujar Abdul Wahab memprediksi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sepanjang tahun ini, sektor industri dalam negeri menyerap 830.000 pekerja baru.
4. Jasa perhotelan
BPS mencatat tingkat hunian hotel dari 20 provinsi di Indonesia per September 2012 mencapai 52,96 persen, meningkat 1,21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran sepanjang tahun ini juga tumbuh 1,79 persen.
Jumlah itu bakal terus meningkat di masa mendatang lantaran pemerintah sedang menggalakkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan baru. Bisa dibilang tenaga perhotelan, mulai dari tenaga teknis pelayanan kamar sampai juru masak sedang tinggi permintaannya dalam beberapa waktu ke depan.
Abdul Wahab mengaku peningkatan sumber daya manusia di bidang jasa, terutama perhotelan sedang menjadi fokus Kemenakertrans. Itu sebabnya pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan industri di luar negeri untuk memberi pelatihan tenaga kerja asal Tanah Air agar memiliki pengetahuan mengenai standar kerja dunia perhotelan.
“(Keterampilan perhotelan) memang unggulan, baik untuk pemenuhan pasar domestik maupun dunia. Kita beberapa kali kirim anak-anak (SMK) ke hotel-hotel di Australia, intensif training selama empat bulan, mereka bisa memenuhi standar kerja luar negeri,” ungkapnya.
Kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan perhotelan nantinya tidak akan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Terbukti dari data BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tertinggi tahun ini terdapat di Jambi dengan 11,77 poin, Kalimantan Timur 9,64 poin, dan Kalimantan Barat 7,61 poin.
5. Ahli pengolahan ikan
Sektor industri pengolahan, meliputi sektor perikanan, pada triwulan III 2012 menyumbang Rp 506,6 triliun, mencapai 23,87 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Abdul Wahab, bidang pengolahan produk nilai tambah perikanan berpotensi menyerap tenaga kerja terdidik.Â
“Potensinya besar, karena untuk mencukupi kebutuhan pasar domestik saja sudah memadai untuk menghidupkan industri pengolahan ikan tanah air,” ujarnya.
Keterampilan teknis di bidang pengolahan ikan misalnya membuat produk bernilai tambah dengan bahan ikan, seperti terasi atau ikan kalengan. Namun Abdul Wahab mengakui kelemahan industri perikanan adalah belum optimalnya dukungan pemerintah memasarkan produk hasil laut bernilai tambah, terutama produksi Luar Jawa.
“Resources kita melimpah untuk tenaga terampil, namun sektor perikanan ini belum tergarap memang. Di luar Jawa output dari industri pengolahan harus dipasarkan dengan bantuan pemerintah,” paparnya.
I've Loved You
Bisakah kamu mencium wanginya? Tidakkah bunga itu segar, Sayang? Tapi,
tak terjangkau. Aku hanya bisa menatap sembari membayangkan aromanya.
Kenapa kamu, sekali saja, tidak terpikir memberikannya padaku? Tidakkah
kamu pernah memikirkan untuk menghadiahkannya padaku? Oh, alasan itu.
Aku tidak suka pria romantis. Hei, aku wanita, Sayang. Aku dilahirkan
dan ditakdirkan untuk menyukai hal-hal sederhana yang manis, termasuk
rangkaian bunga. Aku bisa kok, membelinya sendiri. Tapi menerimanya dari
tanganmu, merasakan bekas genggaman hangat di pegangannya, lalu
menyesap baunya di hadapanmu. Tidakkah kamu pernah membayangkan seperti
apa rona bahagiaku? Tidakkah kamu bahagia melihatku dibahagiakan olehmu?
Beri aku seikat bunga cantik itu. Sesekali saja. Kalau tidak, kupaksa
kamu melihat taman bunga di halaman belakang rumah kita nanti. Ah,
"rumah kita nanti". Frase yang jejaknya sejelas tapak-tapak kaki di
bibir pantai. Yang juga mudah menghilang termakan ombak.
Jadi, jangan berhenti, Sayang. Kita harus terus melangkah. Menghentikan
ombak menghapus langkah, jelas mustahil. Untuk itulah kita harus terus
menciptakan langkah baru. Kalau kamu lelah, aku akan melangkah untukmu,
pun sebaliknya. Kalau kita berdua sama-sama lelah, kuminta Tuhan
mengganti kaki-kaki ini dengan yang lebih baik agar lebih bisa
mengimbangi langkahmu, pun sebaliknya.
Tapi sebelum melangkah, jangan lupa seikat bunga mawar itu.
Hilangkan bau sepatu
Aduh! Jadi nggak pe-de karena bau sepatu? Bau sepatu tidak
hanya dapat mengganggu penampilan, tetapi juga dapat menyebabkan rumah
Anda yang nyaman jadi sumber bau menyengat karena menguarkan bau dari
sepatu-sepatu yang Anda simpan.
Coba tips berikut ini untuk mengatasinya:
- Taburkan baking soda secukupnya pada bagian dalam sepatu. Biarkan selama satu malam.
- Keesokan harinya, bersihkan sisa bubuk baking soda dengan cara menyedotnya dengan vacuum cleaner atau sikat dengan sikat gigi yang kering.
Cara lain, dengan menaburkan bedak bayi
di bagian dalam sepatu Anda 24 jam sebelum sepatu tersebut Anda
gunakan. Bersihkan dengan sikat gigi kering untuk menghilangkan sisa
bedak yang tertinggal.
Bila bau sepatu sudah dapat teratasi, kini tinggal bagaimana menjaga
agar sepatu Anda tak lagi merepotkan Anda. Usahakan agar sepatu Anda
tidak mengalami lembab yang berlebihan. Gunakan silica gel
saat menyimpan sepatu agar bagian dalamnya tetap kering. Anda juga
dapat menyemprotkan pewangi setelah sepatu tersebut digunakan.
Selain itu, upayakan mengganti kaus kaki sehari sekali dan sesekali jemur sepatu anda di bawah sinar matahari yang terik. Juga pastikan kaki anda sudah kering ketika mengenakan sepatu. Kaki yang lembab akan memicu pertumbuhan jamur yang menyebabkan bau kurang sedap.
Nah. Penampilan Anda tak akan lagi terganggu oleh bau sepatu. Rumah
Anda pun akan menjadi lebih segar karena terhindar dari bau tak sedap.
Mudah bukan?
Jumat, 01 November 2013
I LOVE YOU
Sekarang, kita sedang melangkah. Terlihatkah jalan lurus di depan itu,
Sayang? Tidakkah sisi-sisi perjalanan kita begitu indah? Tidakkah tanah
kita berpijak penuh bunyi gemerisik yang asyik? Bayangkan. Kamu dan aku,
hanya berdua, tanpa iring-iring masalah dunia. Bergandengan di bawah
payung mapel merah keemasan yang megah, dijatuhi sinar matahari yang
ruah. Hanya tawamu dan suara sepatu yang menginjak daun mapel kering
satu-satu. Aku tidak akan tertawa, Sayang. Aku hanya akan memandang,
mengingat tiap detil, kemudian membekukannya dalam ingatan.
Saat ini kita sedang menguatkan langkah. Ancang-ancangmu belum goyah,
tapi jelas mulai payah. Aku pun begitu. Sulit berdiri membangun fondasi,
sulit melangkah tanpa pernah benar-benar tidak menoleh. Hanya masalah
kecil, Sayang. Kuyakinkan kau itu hanya masalah kecil. Kelak akan ada
yang lebih besar, menghantam dan membuat tulang-tulangmu patah, sendiku
luluh lantak. Tapi, sudah kuterbangkan janji setinggi surga pada Tuhan,
untuk menurunkan yang lebih baik seandainya kakiku tak lagi mampu
mengikuti langkahmu. Dan aku mungkin masih akan memandangimu.
Omong-omong, seikat mawar itu belum juga datang.
membersihkan kulit berminyak dengan kulit jeruk
Kulit jeruk mampu menyerap minyak berlebih dari kulit sehingga
mengurangi kilapan wajah akibat minyak yang berlebih. Selain itu,
ternyata kulit jeruk juga bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan kering
dari permukaan wajah sehingga membuat wajah lebih bersih dan cerah.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda bisa membuat masker kulit jeruk sendiri seperti berikut ini:
Kupas kulit jeruk dan biarkan hingga mengering dan mengeras. Setelah mengeras, blender kulit jeruk hingga hancur dan kemudian campurkan dengan susu secukupnya (rasio 50:50) hingga menjadi pasta.
Bersihkan wajah dengan air, keringkan, kemudian barulah aplikasikan masker kulit jeruk tersebut ke seluruh wajah dan diamkan selama 30 menit hingga mengering. Bilas wajah dengan air, namun pastikan Anda tidak menggosok wajah terlalu keras karena bisa merusak kulit.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda bisa membuat masker kulit jeruk sendiri seperti berikut ini:
Kupas kulit jeruk dan biarkan hingga mengering dan mengeras. Setelah mengeras, blender kulit jeruk hingga hancur dan kemudian campurkan dengan susu secukupnya (rasio 50:50) hingga menjadi pasta.
Bersihkan wajah dengan air, keringkan, kemudian barulah aplikasikan masker kulit jeruk tersebut ke seluruh wajah dan diamkan selama 30 menit hingga mengering. Bilas wajah dengan air, namun pastikan Anda tidak menggosok wajah terlalu keras karena bisa merusak kulit.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
